




- 1. Bening atau Putih Jernih
- 2. Putih Kental dan Menggumpal
- 3. Kuning Pucat
- 4. Kuning Pekat atau Hijau
- 5. Cokelat atau Merah Muda
- 6. Abu-Abu
- 7. Merah
- Kapan Harus ke Dokter?
7 Arti Warna Keputihan Ini Wajib Kamu Tahu, Bestie!
7 Arti Warna Keputihan Ini Wajib Kamu Tahu, Bestie!
Keputihan adalah hal yang wajar dialami perempuan sebagai bagian dari sistem reproduksi. Meskipun begitu, ada berbagai macam warna keputihan yang perlu kamu waspadai karena setiap warna bisa mengisyaratkan kondisi kesehatan yang berbeda. Karena itu, penting banget untuk memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada keputihan kita, Bestie. Yuk pelajari arti dari setiap warna keputihan berikut ini!
1. Bening atau Putih Jernih
Keputihan yang bening atau berwarna putih jernih biasanya merupakan tanda bahwa tubuhmu dalam kondisi sehat. Ini sering terjadi saat ovulasi atau ketika kamu mengalami gairah seksual. Selama keputihan tidak disertai bau yang tidak sedap atau rasa gatal, keputihan bening ini adalah bagian dari siklus normal tubuh. Ini adalah cara tubuh menjaga kebersihan dan kesehatan organ intimmu.
2. Putih Kental dan Menggumpal
Keputihan yang berwarna putih tetapi memiliki tekstur kental dan menggumpal seperti keju biasanya menjadi tanda infeksi jamur. Jika kamu mengalami ini, apalagi disertai dengan rasa gatal atau perih, kemungkinan besar kamu mengalami infeksi jamur vagina. Kondisi ini cukup umum dan biasanya bisa diatasi dengan obat antijamur. Namun, tetap lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan.
3. Kuning Pucat
Keputihan yang berwarna kuning pucat umumnya masih tergolong normal, terutama setelah ovulasi. Namun, jika keputihan disertai bau yang tidak sedap atau gatal, kamu perlu waspada. Ini bisa menjadi tanda adanya infeksi bakteri atau infeksi menular seksual (IMS). Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika kamu melihat perubahan ini pada keputihanmu.
4. Kuning Pekat atau Hijau
Keputihan yang berwarna kuning pekat atau bahkan kehijauan adalah tanda adanya masalah yang lebih serius. Ini bisa menjadi tanda infeksi, terutama jika disertai dengan bau busuk dan rasa tidak nyaman. Trikomoniasis, salah satu jenis infeksi menular seksual, sering kali menyebabkan keputihan dengan warna seperti ini. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.
5. Cokelat atau Merah Muda
Keputihan berwarna cokelat atau merah muda biasanya terkait dengan darah. Ini sering terjadi menjelang atau setelah menstruasi, dan masih tergolong normal. Namun, jika keputihan berwarna ini muncul di luar periode menstruasi, itu bisa menjadi tanda perdarahan ringan dari rahim atau masalah lain seperti polip rahim. Kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika ini terjadi.
6. Abu-Abu
Keputihan berwarna abu-abu merupakan tanda adanya vaginosis bakterialis, yaitu ketidakseimbangan bakteri di dalam vagina. Selain perubahan warna, kondisi ini biasanya disertai bau amis yang sangat menyengat. Vaginosis bakterialis memerlukan perawatan medis, jadi jangan abaikan jika kamu mengalami keputihan berwarna abu-abu, ya, Bestie!
7. Merah
Keputihan berwarna merah umumnya adalah darah menstruasi. Namun, kalau kamu mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual, ini bisa menjadi tanda kondisi serius seperti luka di serviks atau infeksi. Segera periksa ke dokter jika kamu mengalami hal ini untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun beberapa warna memang mengalami keputihan yang masih tergolong normal, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan nih, Bestie! Perhatikan jika keputihanmu berubah warna menjadi kuning pekat, hijau, abu-abu, atau merah dan disertai bau tidak sedap, rasa gatal, atau nyeri, tandanya kamu harus segera mengkonsultasikannya ke dokter. Jangan anggap sepele perubahan pada tubuhmu karena kesehatan organ intim adalah hal yang sangat penting, Bestie.
Untuk mencegah masalah keputihan yang tidak normal, menjaga kebersihan area kewanitaanmu adalah kunci utama, Bestie! Dengan Hers Protex Naturals Daun Sirih, kamu bisa lebih tenang karena produk ini mengandung ekstrak daun sirih sebagai antibakteri alami yang membantu mencegah bau, gatal, dan iritasi.
Jangan lupa ya, selalu merawat kebersihan organ intimmu agar tetap sehat dan bebas dari gangguan keputihan yang bisa mengganggu aktivitas dan kesehatanmu. Yuk, sayangi tubuhmu dengan menjaga kebersihan setiap hari!
Sumber:
Blanchard Valley Health System. Vaginal Discharge: What Is Normal?. Diakses Oktober 2024.
Cleveland Clinic: Cervical Mucus, Vaginal Discharge.“Vaginal Yeast Infection.Diakses Oktober 2024.

