Logo - Hers ProtextLogo - Hers Protext
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Produk
  • Kalender Menstruasi
  • Jurnal MinSie
  • Tanya MinSie
  • Kontak
  • cloud-1cloud-1
    cloud-1cloud-1
    Featured image
    Kategori Article/ Event:

    Mengenal Human Papillomavirus (HPV), Penyebab Kutil Kelamin dan Kanker Serviks

    Mengenal Human Papillomavirus (HPV), Penyebab Kutil Kelamin dan Kanker Serviks

    Bestie, pernah dengar tentang Human Papillomavirus atau HPV? Virus ini ternyata sering diderita perempuan atau laki-laki, terutama di usia produktif. Menurut data dari WHO, sekitar 80% wanita bakal terinfeksi HPV setidaknya sekali dalam hidup mereka. Tapi tenang, Bestie! Walaupun HPV sering nggak menunjukkan gejala, bukan berarti kita nggak bisa mencegahnya.

    Artikel ini bakal bahas tuntas soal HPV, mulai dari apa itu HPV, pengaruhnya terhadap kanker serviks, cara penularannya, sampai langkah pencegahan yang bisa kita lakukan, termasuk vaksinasi dan perawatan. Yuk simak selengkapnya!

    Mengenal Human Papillomavirus (HPV)

    HPV adalah virus yang menyerang kulit dan membran mukosa, seperti mulut, tenggorokan, serta area genital. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, namun hanya sekitar 14 jenis yang dikategorikan sebagai berisiko tinggi karena dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker serviks.

    Bagaimana HPV menjadi Kanker Serviks

    Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker serviks. Setelah seseorang terinfeksi HPV, virus ini dapat bertahan dalam tubuh selama bertahun-tahun dan mengubah sel-sel normal menjadi sel kanker. Proses ini memerlukan waktu 15 hingga 20 tahun pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh normal, namun bisa lebih cepat pada mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

    Penyebab Kanker Serviks

    Kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV yang tidak ditangani dengan baik. Faktor risiko lain termasuk:

    • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
    • Tidak menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.
    • Memiliki riwayat penyakit menular seksual.
    • Sistem imun yang lemah.

    Bagaimana HPV Bisa Menyebar?

    HPV adalah virus yang sangat mudah menyebar, terutama melalui kontak kulit langsung. Penularan ini dapat terjadi tanpa disadari, bahkan ketika gejala infeksi belum muncul. Berikut adalah cara-cara umum penyebaran HPV yang perlu Bestie ketahui:

    1. Melalui Hubungan Seksual

    Sebagian besar infeksi HPV ditularkan melalui aktivitas seksual, termasuk hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. HPV dapat menyebar bahkan ketika hanya ada kontak kulit langsung antara area genital, tanpa penetrasi. Oleh karena itu, penggunaan kondom bisa membantu mengurangi risiko penularan, meskipun tidak sepenuhnya mencegahnya.

    2. Kontak Kulit ke Kulit

    HPV dapat menyebar melalui sentuhan kulit langsung pada area yang terinfeksi. Misalnya, jika seseorang memiliki kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV, kontak fisik dengan area tersebut dapat menularkan virus.

    3. Penggunaan Barang Pribadi Bersama

    Walaupun jarang, HPV juga dapat menyebar melalui penggunaan barang pribadi yang telah terkontaminasi, seperti handuk atau pakaian dalam. Karena itu, menjaga kebersihan barang-barang pribadi sangat penting.

    4. Penularan dari Ibu ke Bayi Saat Persalinan

    Pada beberapa kasus, seorang ibu yang terinfeksi HPV dapat menularkan virus ini kepada bayinya selama proses persalinan. Bayi yang terinfeksi berisiko mengembangkan papillomatosis laringeal, yaitu kondisi di mana kutil tumbuh di saluran napas.

    5. Kontak Non-Genital

    Beberapa jenis HPV yang tidak menyebabkan kanker, seperti yang menimbulkan kutil di tangan atau kaki, dapat menyebar melalui kontak kulit dengan bagian tubuh lain yang terinfeksi. Misalnya, menyentuh kutil di tangan orang lain lalu menyentuh bagian tubuh sendiri dapat menyebarkan virus.

    Faktor – Faktor yang Meningkatkan Risiko Terinfeksi HPV

    HPV dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terinfeksi, seperti:

    • Aktivitas Seksual Dini

    Melakukan hubungan seksual pada usia muda meningkatkan risiko karena tubuh belum sepenuhnya matang secara biologis untuk melawan infeksi.

    • Jumlah Pasangan Seksual

    Semakin banyak pasangan seksual, semakin tinggi risiko terpapar HPV.

    • Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

    Orang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV atau orang yang menjalani terapi imunosupresif, lebih rentan terhadap infeksi.

    • Tidak Divaksinasi

    Individu yang belum mendapatkan vaksin HPV lebih berisiko terinfeksi jenis HPV berisiko tinggi.

    Komplikasi HPV

    Infeksi HPV yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

    • Kutil kelamin.
    • Kanker serviks.
    • Kanker vagina, vulva, anus, atau orofaring.

    Diagnosis dan Tes HPV

    Untuk mendeteksi infeksi HPV, tes yang umum dilakukan meliputi:

    • Pap Smear: Mengidentifikasi perubahan sel abnormal pada leher rahim.
    • Tes DNA HPV: Mengetahui jenis HPV yang ada di dalam tubuh.

    Meski tidak ada obat untuk menghilangkan HPV sepenuhnya, ada beberapa langkah untuk mengendalikan infeksinya:

    • Pengobatan Kutil Kelamin: Melalui salep atau prosedur medis.
    • Perawatan Sel Pra-Kanker: Melalui terapi laser atau operasi ringan.
    • Pencegahan Melalui Vaksin HPV: Vaksin ini sangat efektif mencegah infeksi HPV berisiko tinggi.

    Harga dan Proses Vaksinasi HPV

    Vaksin HPV tersedia di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia. Harganya berkisar antara Rp 700.000 hingga Rp 1.500.000 per dosis, dan biasanya diperlukan tiga dosis untuk perlindungan penuh.

    Dengan memahami bagaimana HPV menyebar, Bestie bisa lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Jangan lupa, selalu menjaga kebersihan diri, melakukan pemeriksaan rutin, dan pertimbangkan vaksinasi HPV untuk perlindungan jangka panjang. 

    Ingat juga untuk selalu memperhatikan kebersihan organ reproduksi dengan memilih produk pembalut yang tepat seperti Hers Protex Naturals Daun Sirih, pembalut yang menghadirkan proteksi alami dari ekstrak daun sirih dan mampu mencegah pertumbuhan bakteri. Ada breathable layer juga yang anti iritasi, lembab, dan bau!

    Ayo, Bestie! Sayangi diri sendiri dengan lebih peduli terhadap risiko HPV. Jangan lupa, langkah kecil yang kita ambil hari ini bisa berdampak besar untuk masa depan kita!

    Sumber:

    Artikel Mayoclinic. HPV Infection. Diakses Januari 2024

    Artikel NHS. Human Papillomavirus. Diakses Januari 2024

    i