




- Pengertian Keputihan
- Penyebab Keputihan
- 1. Perubahan Hormon
- 2. Infeksi Jamur
- 3. Bakteri Vaginosis
- 4. Penyakit Menular Seksual (PMS)
- 5. Alergi atau Iritasi
- 6. Kurangnya Kebersihan Vagina
- Cara Mengatasi Keputihan
- 1. Gunakan Pakaian Dalam yang Tepat
- 2. Jaga Kebersihan Vagina
- 3. Perhatikan Pola Makan
- 4. Hindari Douching
- 5. Gunakan Pembalut dan Pantyliner yang Tepat
- 6. Konsumsi Air Putih yang Cukup
- Kapan Harus ke Dokter?
Kok Keputihan Terus? Cek Penyebab dan Cara Atasinya Yuk!
Kok Keputihan Terus? Cek Penyebab dan Cara Atasinya Yuk!
Hai, Bestie! Kamu pasti udah nggak asing lagi dengan keputihan, kan? Keputihan adalah hal yang umum dialami perempuan, tapi masih banyak dari kita yang mengabaikan kondisi ini. Yuk, kita bahas lebih dalam mengenai keputihan, penyebabnya, cara mengatasinya, dan kapan sebaiknya kamu perlu konsultasi ke dokter. Karena mencegah itu lebih baik Bestie, daripada mengobati!
Pengertian Keputihan
Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina dan memiliki fungsi penting dalam menjaga kebersihan serta keseimbangan pH di area kewanitaan. Cairan ini diproduksi secara alami oleh tubuh untuk membersihkan sel-sel mati dan bakteri. Pada dasarnya, keputihan normal berwarna bening atau putih, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal.
Namun, jika keputihan berubah warna, konsistensi, berbau tidak sedap, atau menimbulkan rasa gatal, hal itu bisa menjadi tanda adanya masalah yang perlu diatasi.
Penyebab Keputihan
1. Perubahan Hormon
Keputihan bisa meningkat selama masa ovulasi, kehamilan, atau sebelum menstruasi karena perubahan kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Ini adalah hal yang normal dan biasanya tidak berbahaya.
2. Infeksi Jamur
Salah satu penyebab paling umum dari keputihan yang tidak normal adalah infeksi jamur. Gejala yang biasa muncul adalah keputihan berwarna putih pekat, disertai rasa gatal dan iritasi di sekitar vagina.
3. Bakteri Vaginosis
Ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina bisa menyebabkan bacterial vaginosis (BV), yang biasanya ditandai dengan keputihan berbau amis dan berwarna keabuan. Kondisi ini seringkali terjadi pada perempuan yang aktif secara seksual.
4. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Penyakit seperti klamidia dan gonore juga bisa menyebabkan keputihan tidak normal. Keputihan akibat PMS biasanya lebih berwarna kuning atau hijau, dan mungkin disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil.
5. Alergi atau Iritasi
Produk-produk seperti sabun wangi, pembalut, atau pakaian dalam yang ketat bisa menyebabkan iritasi pada area vagina, yang mengakibatkan peningkatan keputihan. Jika kamu mengalami iritasi, hindari produk-produk yang berpotensi memicu alergi.
Artikel Lainnya: Endometriosis, Diam-Diam Nyerinya Menyerang Perempuan
6. Kurangnya Kebersihan Vagina
Kebersihan area kewanitaan yang kurang terjaga juga dapat menyebabkan infeksi dan keputihan tidak normal. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dengan baik adalah hal yang penting untuk menghindari masalah ini.
Cara Mengatasi Keputihan
1. Gunakan Pakaian Dalam yang Tepat
Pilihlah pakaian dalam yang berbahan katun agar area kewanitaanmu tetap kering dan tidak lembap. Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat atau berbahan sintetis.
2. Jaga Kebersihan Vagina
Cuci area vagina dengan air bersih dan hindari penggunaan sabun atau produk pembersih yang mengandung parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan pH vagina.
Artikel Lainnya: Mens Nggak Teratur? PCOS, Bukan Ya? Baca Yuk!
3. Perhatikan Pola Makan
Konsumsi makanan yang kaya akan probiotik, seperti yogurt, untuk menjaga kesehatan flora baik di vagina. Hindari makanan manis berlebihan, karena gula bisa memicu pertumbuhan jamur.
4. Hindari Douching
Menggunakan douche atau produk pembersih dalam vagina bisa mengganggu keseimbangan bakteri di area kewanitaan dan memicu infeksi. Sebaiknya hindari kebiasaan ini.
5. Gunakan Pembalut dan Pantyliner yang Tepat
Saat menstruasi, gunakan pembalut yang memiliki daya serap baik dan berbahan aman. Jika menggunakan pantyliner, pastikan untuk menggantinya secara teratur agar area kewanitaan tetap kering dan bersih.
6. Konsumsi Air Putih yang Cukup
Minum banyak air membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, termasuk cairan yang diproduksi oleh vagina. Pastikan tubuhmu tetap terhidrasi agar keputihan tetap normal dan sehat.
Kapan Harus ke Dokter?
Bestie, ada beberapa kondisi keputihan yang perlu kamu waspadai dan sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter. Misalnya, jika keputihanmu:
- Berwarna kuning, hijau, atau keabuan.
- Berbau sangat menyengat seperti amis.
- Disertai dengan rasa gatal, terbakar, atau nyeri saat buang air kecil.
- Konsistensinya berubah drastis, seperti sangat pekat atau berbuih.
Jika kamu mengalami salah satu dari gejala tersebut, jangan tunda untuk ke dokter. Penanganan yang tepat dan cepat akan membantu mencegah masalah menjadi lebih serius.
Nah, itu dia informasi tentang keputihan yang perlu kamu ketahui, Bestie! Dicatat dan mulai diperhatiin ya, apakah ada penyebab keputihan nggak normal yang kamu alami. Yuk, lebih aware dengan kondisi tubuh dan selalu jaga kebersihan organ intim untuk mencegah keputihan nggak normal.
Untungnya, ada Hers Protex Naturals Daun Sirih, yang mengandung ekstrak daun sirih sebagai antibakteri alami untuk mencegah bau, gatal, dan iritasi yang bisa menemani kamu setiap saat. Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, kamu akan merasa lebih nyaman dan bebas dari masalah keputihan!
Sumber:
American Academy of Family Physicians. Vaginal Discharge. Diakses Oktober 2024.
National Health Service. Vaginal discharge. Diakses Oktober 2024.

